Plat litograf berwarna tangan: hutan Ombrena yang tinggi, puncak pohonnya larut menjadi kawanan plankton cyan yang melayang ke kanan atas. Di kiri bawah Sela Orrin berdiri dengan buku sketsa terbuka, menengadah.

PLANKTREE

Plat 1 dari 7. Rootfloor, lantai hutan Ombrena.

Hutan ini tumbuh dari awan plankton yang turun tiap malam dan naik tiap pagi. Tiga puluh tahun lalu awannya berhenti naik.

Ikuti Pengungkapan

Open world RPGPCPra-peluncuran

Plat 2 dari 7. Fernvault, kanopi pertama.

Babak 1 dari 3

The Plate

Sela Orrin mengukir plat litograf untuk para pemburu spesimen. Begitu kawanan lewat, ia menggambar dan pemburu menjaring. Ke mana kawanan itu pergi sesudahnya, Sela tidak pernah bertanya.

Satu senja di Fernvault, satu plankton berkedip tidak seirama dengan kawanannya. Sela memotretnya tiga kali. Di tiga pelat itu ia menghadap tiga arah berbeda. Di belakangnya, di bawah kanopi, ada awan yang mestinya sudah naik sejak pagi.

Awan itu tertahan. Hutan di atasnya kekurangan napas, daunnya menipis tiap tahun, dan tidak ada yang mencatat sebabnya. Sela mulai mencatat.

Plat Fernvault saat senja: akar melengkung dan pakis, kawanan plankton pucat melayang berbaris, satu plankton bersinar terang di tengah. Kamera litograf di atas tripod di tepi kanan mengarah kepadanya. Di bawah plat ada deretan gambar spesimen kecil.
Sela Orrin, perempuan ramping bertopi lebar dan berjaket sketsa hijau lumut, tas buku kulit di pinggul, menengadah ke satu plankton cyan sambil menulis di buku sketsa.
Plat 2. Fernvault, lapis kanopi terendah. Kamera Sela di kanan. Satu Lumen berkedip melawan arah kawanan.

Sela Orrin, 28. Pengukir plat. Tas bukunya muat empat puluh pelat kosong, dan ia selalu membawa satu lebih banyak dari yang ia butuhkan.

Kalau awannya tidak naik, hutannya ikut turun.Catatan Sela, halaman pertama

Plat 3 dari 7. Lowbough, kanopi ketiga.

Aturan inti

Tiga Selaras

Plankton udara mengikuti nada. Kamu membawa tiga selaras, dan tiap selaras memanggil satu jenis kawanan. Putar selarasnya, kawanan berbelok, dan hutan bergerak ke arah itu.

Buku sketsa terbuka di atas akar berlumut: studi tinta satu plankton bersimetri radial, plankton cyan yang asli melayang di atas gambarnya, dan tiga garpu tala berbeda panjang di halaman sebelah.
Lumen, plankton cakram transparan berusuk delapan dengan inti cyan dan sulur halus.

Lumen

Selaras rendah

Cakram delapan rusuk. Akar dan tanah condong ke arah cahayanya.

Spindle, plankton gelendong panjang dengan pita magenta dan dua ekor cambuk.

Spindle

Selaras tengah

Gelendong magenta. Cabang dan sulur berbelok mengikutinya.

Lantern, plankton bola berkisi kaca dengan duri jarum panjang dan cahaya hijau lumut di dalamnya.

Lantern

Selaras tinggi

Bola kisi berduri. Daun bergeser, cahaya jatuh di tempat baru.

Di Lowbough jembatan akar sudah lama runtuh. Sela memutar selaras rendah dua takik ke kiri. Kawanan Lumen berbelok, akar menjalar mengikuti cahayanya, dan dalam satu tarikan napas ada jembatan baru. Pemburu botol yang membuntutinya kehilangan cahaya, lalu salah belok di simpang.

Layar tidak memberimu meter; kamu membaca arah kawanan dengan mata, seperti Sela. Tiap selaras juga punya penanda arah visual, jadi kamu tetap bisa bermain tanpa suara.

Plat 4 dari 7. Ladderwood, kanopi keempat.

Babak 2 dari 3

Seven Canopies

Sela naik. Di tiap lapis kanopi ia mencatat arah tiap kawanan di plat baru. Setelah lapis keempat polanya kelihatan: kawanan tidak tersesat. Mereka berputar-putar di bawah sesuatu.

  1. Rootfloor. Awan menumpuk, diam.
  2. Fernvault. Satu Lumen berkedip sendirian.
  3. Lowbough. Jembatan akar runtuh.
  4. Ladderwood. Tangga tali, lemari kaca Faldo.
  5. Gallery. Spindle berbalik arah tiap jam.
  6. Spire Bough. Awan tertahan di bawah celah.
  7. The Top Layer. Satu celah, satu pagi.
Plat kanopi bertingkat: pohon raksasa dengan lapisan dahan seperti rak bertumpuk, tangga tali di antaranya, dan arus plankton cyan, magenta, dan hijau mengalir ke arah berbeda di tiap lapis. Di kiri dan kanan ada gambar spesimen.
Plat 4. Lapis kanopi Ombrena dilihat dari samping. Tiap arus kawanan bergerak ke arahnya sendiri.
Lemari kayu berpintu kaca berisi deretan botol spesimen bergabus. Sebagian plankton di dalamnya masih bersinar cyan atau magenta, sebagian sudah padam abu-abu. Jaring bergagang panjang bersandar di sisinya.
Dr. Teun Faldo, lelaki bungkuk berjenggot abu dan berkacamata bulat, jas laboratorium putih kusam, deretan botol kecil di dada, memegang jaring bergagang panjang.

Dr. Teun Faldo

54. Kolektor, Ladderwood.

Faldo sudah tiga puluh tahun menjaring plankton ke botol kaca. Alasannya masuk akal kalau kamu mendengarnya dari dia: awan tidak akan naik lagi, jadi tiap jenis harus diselamatkan selagi masih bercahaya.

Lemarinya menyimpan empat ratus botol. Sepertiganya sudah padam, dan tidak satu pun ia buang. Ia sabar, dan tiap kawanan yang kamu belokkan juga ia lihat.

Plat 5 dari 7. Spire Bough, kanopi keenam.

Coba aturannya

Tune the Drift

Awan tertahan di bawah satu celah. Putar tiga selaras sampai tiap kawanan menghadap celah itu.

Dua pemburu botol menunggu di lantai hutan. Kalau ketiga kawanan naik bersama, cahaya mereka ikut pergi.

Keadaan: tertahan

Plat Spire Bough: kanopi rapat dengan satu celah bundar di tengah atas, awan plankton tertahan di bagian bawah, dua pemburu botol berkerudung kaca di kiri dan kanan bawah.

Selaras rendah

Lumen

Selaras tengah

Spindle

Selaras tinggi

Lantern

Ketiga kawanan berputar di bawah kanopi. Belum ada yang menghadap celah.

Seret kenop memutar, atau pilih kenop lalu tekan panah.

Plat 6 dari 7. The Top Layer, kanopi ketujuh.

Babak 3 dari 3

The Top Layer

Di lapis teratas hanya ada satu celah, kira-kira selebar dua rentang tangan. Seluruh awan Ombrena harus naik lewat situ dalam satu pagi.

Faldo datang membawa jaringnya yang paling panjang. Wik, pembawa botolnya, berdiri di antara mereka dengan tangan bernoda cyan dan magenta dan satu botol yang belum ditutup.

Kalau satu kawanan saja meleset, awan turun lagi dan hutan menunggu tiga puluh tahun berikutnya.

Plat kanopi teratas dilihat dari bawah: langit-langit daun yang rapat dengan satu celah bundar di tengah atas, cahaya pagi jatuh lewat celah, dan satu tiang plankton cyan menunggu di bawahnya. Di bawah plat ada delapan gambar spesimen.
Wik, anak lelaki kurus berambut hitam acak, baju kanvas kebesaran bertambal, tali bahu penuh botol kosong, berjinjit mengangkat satu botol bergabus ke arah cahaya.
Plat 6. Celah di The Top Layer. Wik, 10, pembawa botol. Tangannya mengingat tiap jenis yang pernah ia pegang.

Pagi itu Sela mengukir satu plat kosong, lalu membiarkan hutan memilih bentuknya sendiri.

Plat 7 dari 7.

Plat Kosong

Plat ini belum diukir.Isinya dipilih hutan saat kamu bermain.

Ikuti Pengungkapan

PLANKTREE masih di meja ukir Glass Plate Studio. Tinggalkan alamat email, dan kabar dari kami datang lebih dulu kepadamu: trailer gameplay, jadwal playtest, dan plat berikutnya.

Kami mengirim email saat ada kabar saja. Kamu bisa berhenti lewat tautan di email itu.

PLANKTREE: trailer pengungkapan

Video diputar dari YouTube setelah kamu menekan Putar.Buka di YouTube

Privasi

Ketentuan

EULA

Bantuan